Assalamualaikum Alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Hello guys hari ini gue bakal ngelanjutin cerita gue.
Langsung aja cekidott:
Pada saat itu memang kerap terjadi pembunuhan kepada ulama'-ulama' yang entah di lakukan oleh siapa karena banyak pondok-pondok yg diserang tanpa alasan ,bahkan suatu ketika di dekat tempat tinggal ku ada sebuah pondok yang telah diserang sekelompok orang yg diduga adalah komunis ,penyerangan tepat jam 5 subuh saat para santri tengah asik dengan kitab-kitab mereka dan khusyuk mendengarkan keterangan kyai mereka ,saat penyerangan itu seluruh santri telah siap akan peperangan yg akan terjadi karena pada Tempo hari ada seorang santri yg mendengar percakapan dari sebagian orang komunis tersebut.
Para santri sudah siap dg senjata-senjata mereka ,ada yg membawa parang,keris,juga sebagian alat-alat bertani. Tepat di depan gerbang pondok terjadilah perdebatan singkat antara santri senior dan ketua kelompok tersebut.
" Hei kau kami tidak akan menyerahkan guru kami walau nyawa kami taruhannya ".
" Hahahaha basi sudahlah tak usah membual kau hanya seorang pemuda desa yg hanya tau baca tulis bahkan untuk mengangkat parang saja kau tak sanggup".
Tiba-tiba ketua kelompok tersebut berseru " SERANG!!!!!! ", peperangan pun mencetus suara tembakan terdengar di mana-mana darah pun berceceran , warga desa yg saat itu masih nyenyak tidur tak tau menau apa yg terjadi.
Tak lama kemudian para santri mulai berguguran dan sampailah sebagian kelompok itu di depan dalem pak yai tanpa banyak tanya 2 anggota kelompok itu berhasil menerobos pintu rumahnya Pak yai , saat itu pak yai tengah sibuk menyuruh keluarganya untuk bersembunyi dan ketua dari kelompok itu langsung berteriak padanya.
"Pak yai apa kabar kau hari ini hahahaha ha".
" Apa mau mu ?"
"Tak banyak Pak yai q hanya ingin kau bertekuk lutut di hadapanku".
" Hhh sampai kapanpun q tak kan pernah sudi berlutut padamu ".
Dalam keadaan itu salah seorang anggota komunis berhasil menangkap istri dan anak pak yai, mereka berseru riang dan membawa lari istri dan anak pak yai.
Salah seorang dari mereka berkata "kutunggu kau di hutan malam ini ,jika kau tak datang anak dan istrimu akan kuhabisi".
Dengan keadaan berduka Pak yai tetap nampak gagah membawa sebuah tongkat yg telah menjadi ciri khasnya segera ia temui santri-santri nya yang tersisa dan menyuruh santri seniornya yang bernama Suparno untuk menggantikannya jika ia tak kembali malam ini.sebagian santri banyak yg keberatan dg keputusan pak yai yang akan menemui ketua kelompok komunis itu.
0 komentar:
Posting Komentar