Minggu, 08 Oktober 2017

ANAKKU

   Ketika cahaya sang mentari mulai menyengat kulitku ketika burung-burung sama terbang bergerombol di langit yg biru, ku mulai berjalan di tengah Padang hijau ku lihat nampak seorang anak terduduk sambil menangis di balik daun-daun yg jatuh.
   Aku datang dan menghampirinya sambil bertanya padanya.
       "Hei nak mengapa kau duduk disini ?" ujarku.
Ia lalu berlari seolah-olah ia melihat sesosok monster yg ingin menerkam dan mencabik-cabik ia berlari tanpa menghiraukan apa yg ada tanpa sengaja ia menabrak seorang penjual bunga dan disitulah q datang dan memintakan maaf untuknya lalu ku ajak ia untuk duduk di sebuah kursi di tengah taman, 
      "Tadi kenapa kamu lari. ..?
Tidak menjawab apa yg ku tanyakan padanya ia tengah asik dg ice-cream yg ku belikan barusan, ku tepuk bahunya lalu ia malu-malu untuk berkata
  "Ada apa tuan ?" Sahutnya.
  "Namamu siapa nak ?".
  "Namaku Reihan tuan".
  "La kok kamu sendirian di tengah-tengah makam tua itu ? Orang tuamu dimana ?".
  "Orang tuaku ? Ayahku sudah lama meninggal tuan lalu ibuku" sambil ragu-ragu mengatakannya dan tertunduk seperti mengingat sesuatu.
   "Kalau boleh aku tau ibumu kenapa ?"
   "Sudahlah tuan gak apa-apa "
Ia tak mau menjawab tentang apa yg ku tanyakan biarlah namanya gak mau menjawab ya gk apa-apa mungkin itu hal yg pribadi.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar