Kamis, 16 Agustus 2018

Genangan darah para pejuang

GENANGAN DARAH PARA PEJUANG
oleh : Rivannur


        Perasaan duka atau bahkan iba yang akhir akhir ini mulai mengerumuni hatiku, agak terbiasa dg suasana negara yg sudah mulai kacau sejak adanya banyak peraturan peraturan yg mungkin bisa melemahkan satu pihak.
        Ini cerita dari kisah hidup seorang tokoh yg dulu pernah ku kenal. Beliau merupakan tokoh besar yg ada di desa kecil ini. tak banyak orang yg mengetahuinya tapi mungkin hanya si penulis dan keluarga kecilnya yg tau.
        Jauh di pelosok desa kecil pinggiran kali ****** ( sungai ****** ) hidup seorang yg berbadan tegap , gempal namun agak pendek, dia di kenal sebagai seorang preman di kawasan itu tau tau siapa namanya tapi dia sangat di segai sebagai penguasa di sini tak ada satupun orang yg berani dg dia, seiap kali ia lewat atau hendak pulang kerumahnya semua penduduk sama menutup pintunya entah takut atau emang tak mau terkena masalah dengannya.
        Salah satu sifat dari beliau yg sangat ku sukai adalah dia akan mengusahakan apapun untuk menyekolahkan anaknya setinggi tinggginya, dulu ketika anaknya yg pertama ingin meneruskan sekolahnya di salah satu sekolah di luar kota, ia bekerja keras mengusahakan agar anaknya bisa meneruskan sekolahnya, tapi dari pihak lain yaitu dari pihak sang istri malah berfikiran lain , " halah anakmu ki cah wedok gak usah sekolah duwur duwur la wong sok ben y nyekel sotel karo ulek ulek wae atk ape sekolah duwur duwur ( halah anakmu ini anak perempuan gsk usah sekolah tinggi tinggi nantinya juga bakal megang penggorengan sama cobek aja kok ).
      Beberapa tahun setelah itu ada seorang pemuda yg berinisiatif untuk melengserkan beliau bahan mengumpulkan beberapa pemuda yg ingin mengalahkan belau juga, dan suatu ketika terjadilah sebuah pertempuan di sebuah area ygagak sepi, pertempuran yg tidak adil  1 orang melawan puluhan orang pemuda yg sudah sangat berambisi untuk mengalahkannya , Takdirpun berkata apa beliau kalah dengan mengenaskan , beliau meninggal dengan beberapa luka tusuk di sebagian tubuhnya. 
  
     Cerita ini mungkin hanya sebuah rangkaian kata dari sang penulis yg ingin di tuangkannay sejak beberapa hari yang lalu entah karena apa sang penulis ingin mempersembahkan sebuah karya yg akan di persembahkan untuk seorang yg sangat ia kagumi tap tak pernah ia temui.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar