Senin, 06 Agustus 2018

Curhatan Hati Sang santri

CURHATAN HATI SANG SANTRI
oleh : Rivannur

     Setiap manusia pernah merasa jenuh , risau atau bahkan marah sekalipun, Mungkinn itu juga yg kualami sekarang. Hati ini tak bisa tenang, sekalipun hanya untuk rebahan sebentar hati kecil ini pun tak sanggup, entah apa yg kurasakan sekarang hati kecil ini begitu membingungkan terkadang bisa merasa lebih baik terkadang malah lebih parah.
     Semua yg kurasakan tak sebatas krikil yg menjatuhi sebuah daun jati melainkan seperti sebuah meteor yg tak sengaja jatuh ke sebuah genangan air sampai sampai semua air tersebut habis menguap olehnya.
     Hingga saat ini tak sekalipun ada hujan yg bisa meredakannya .Ribuan tetes air hujan yg menggenang kusisihkan hanya untuk mengguyurnya tetap saja tak berhasil. Hati serumit itukah dirimu hingga ribuan pasang mata di dunia ini selalu kesusahan untuk memahamimu.
    Ku kira hanya nahwu alfiyah yg rumit di dunia yg fana ini, Memang benar di atas langit masih ada langit. Tapi hanya ada satu langit yg tak kan bisa dilangkahi lagi, sidrotul muntaha itulah sebutan yg sering ku dengar dari kebanyakan santri - santri di belahan bumi ini.
    Ribuan pasang telinga di dunia tak pernah bisa mendengar isimu, apalagi hanya sekedar alat - alat perekam yg dibuat oleh manusia - manusia yg hina ini. Begitu banyak kekurangan di setiap sisinya, begitu banyak celah yg bisa di masuki , tapi tak pernah ada pembenahan yg bisa memperbaikinya.
Share:
Lokasi: Bangilan, Tuban Regency, East Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar